Minggu, 04 Oktober 2009

Gambar..

screen shot of parrot teacher


Sumber:
http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.theiling.de/00/papagei1.gif&imgrefurl=http://www.theiling.de/projects/parrot.html&usg=__WT_bT0ExdZbnAwpi1Q9Euir0vp4=&h=480&w=378&sz=6&hl=id&start=3&tbnid=k2CJwn6XghTnIM:&tbnh=129&tbnw=102&prev=/images%3Fq%3Dprogram%2Bc%252B%252B%26gbv%3D2%26ndsp%3D20%26hl%3Did%26sa%3DN

Contoh

Source Code:

#include

#include

int main()

{

int x, y;

cout << “Masukkan x = “;

cin >> x;

cout << “Masukkan y = “;

cin >> y;

if (x > y)

cout << “Bilangan Terbesar = ” << x <<”\n”;

else

cout << “Bilangan Terbesar = ” << y <<”\n”;

getch();

}

Hasil :

program C++ cari bilangan terbesar, immanuelmb.com

Tentang C++

SEJARAH C++

Tahun 1969, laboratorium BellAT&T di Muray Hill, New Jersey menggunakan bahasa assembly ini untuk mengembangkan sistem operasi UNIX.Maksudnya adalah untuk membuat sistem operasi yang dapat bersifat ‘programmer friendly’. Setelah UNIX berjalan, Ken Thompson, seorang pengembang sistem di laboratorium tersebut mengembangkan compiler baru dengan nama bahasa B. Huruf B ini diambil dari BCPL. Bahasa B ini kemudian digunakan untuk menulis ulang atau merevisi sistem operasi UNIX. Oleh karena bahasa B ini masih bersifat interpreter dan lambat, maka pada tahun 1971, sistem operasi UNIX kemudian ditulis dengan menggunakan bahasa C, yaitu bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Brian W. Kernighan dan Denniss Ritchie, seorang pengembang yang sama.

Sampai sekarang bahasa C masih digunakan untuk melakukan pengembangan-pengembangan program dan sistem-sistem operasi, diantaranya sistem operasi Windows dan LINUX. Alasan itulah yang menjadikan bahasa C sangat populer di dunia pemrograman, khususnya industri perangkat lunak. Namun sayangnya bahasa C merupakan bahasa yang masih tergolong susah untuk dipelajari karena masih bersifat prosedural murni. Untuk membentuk satu objek, kita harus melakukan banyak sekali penulisan kode. Hal ini tentu akan dikatakan sebagai sebuah kelemahan. Untuk mengatasi masalah ini, pada tahun 1983, seorang doktor bernama Bjarne Stroustrup yang juga berkerja di laboratorium yang sama menciptakan bahasa baru yaitu bahasa C++ yang merupakan bahasa hybrid dari C (awalnya diberi nama ”A Better C” yang kemudian diberi nama C++ oleh Rick Mascitti, adapun tanda++ berasal dari operator increment pada bahasa C). Bahasa C++ didasarkan atas bahasa Csehingga kita dapat melakukan kompilasi program-program yang ditulis dalamdalam bahasa C dengan menggunakan compiler C++. Keistimewaan dari bahasa C++ adalah karena bahasa ini mendukung pemrograman berbasis objek atau lebih sering dikenal dengan istilah Object Oriented Programming (OOP). Bahasa C++ masuk dalam golongan Bahasa Tingkat Menengah.

STRUKTUR PROGRAM C++

[Preprocessor Directive]

[Deklarasi Global]

[Function Prototipe]

[int|void] main ([args]) {

;



}

[Function Definition]

ATURAN – ATURAN DASAR PEMBUATAN PROGRAMBAHASA C++

- Penamaan file mengikuti kaidah penamaan DOS (8karakter nama + 3 karakter untuk extention).
- Keyword (kata tercadang) harus ditulis dalamhuruf kecil.
- Penulisan program (penamaan fungsi, penamaanvariabel, penamaan konstanta, dll) bersifat case sensitive.
- Setiap pernyataan / statement / ekspresi dalamprogram harus diakhiri dengan tanda titik koma (.
- Setiap program yang ditulis dalam bahasa C/C++ pasti akan memiliki fungsi utama dengannama main().
- Selanjutnyajika kita ingin mendefinisikan fungsi-fungsi lain, maka kita akan melakukannyadi luar fungsi utama tersebut.
- DalamC++, kode yang dibaca adalah kode-kode yang terdapat pada fungsi utama.
- Jikaternyata terdapat pemanggilan fungsi lain, maka program akan mencari namafungsi tersebut dieksekusi.
- Setelahmengeksekusi fungsi tersebut maka program akan kembali ke dalam fungsi utama,begitu seterusnya.

Data ini saya kutip dari: http://komunitas.coder.web.id/showthread.php?t=36

Jumat, 18 September 2009

Preprocessor directives

Preprocessor directives are lines included in the code of our programs that are not program statements but directives for the preprocessor. These lines are always preceded by a hash sign (#). The preprocessor is executed before the actual compilation of code begins, therefore the preprocessor digests all these directives before any code is generated by the statements.

These preprocessor directives extend only across a single line of code. As soon as a newline character is found, the preprocessor directive is considered to end. No semicolon (;) is expected at the end of a preprocessor directive. The only way a preprocessor directive can extend through more than one line is by preceding the newline character at the end of the line by a backslash (\).

Profile

nama: Alexander
Tempat/tgl lahir: Jakarta/13 Agustus 1991
e-mail: hunternight17@yahoo.com
no.telp: 021-94038021

 
Copyright 2009 Alexander. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase